Pengertian dan Defenisi Osmosis

     Osmosis (os = lubang;  movea; = berpindah) merupakan proses perpindahan molekul-molekul zat pelarut, terutatama air, dari tempat berkonsentrasi rendah ke tempat berkonsentrasi tinggi dengan melewati sekat/membran selektif permeabel (semipermeabel). Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa osmosismerupakan pakan proses difusi air dari cairan encer (Hipotonis) ke cairan pekat (hipertonis) melalui membran semipermeabel. Membran semipermeable adalah membran/sekat yang hanya dapat dilewati oleh molekul-molekul air. Molekul-molekul lain, seperti molekul gula dan protein, tidak dapat melewati membran tersebut. Proses osmosis akan berhenti jika kedua larutan di tiap sisi membran telah mencapai konsentrasi yang sama (isotonis).

     Peristiwa osmosis terjadi pada sel-sel darah merah yang ditempatkan dalam larutan yang lebih encer (hipotonis), air suling misalnya. Dalam keadaan demikian, sel-sel darah merah berkonsentrasi lebih tinggi daripada air suling sehingga molekul-molekul air suling masuk ke dalam sel-sel merah. Hal itu menyebabkan tekanan di dalam sel-sel darah merah meningkat, bahkan menyebabkan  sel-sel darah merah menggelembung. Jika hal itu terjadi terus menerus, sel-sel darah merah dapat pecah seperti balon yang meletus (hemolisis). Namun, sebaliknya jika sel-sel darah merah ditempatkan di dalam larutan yang lebih pekat (hipertonis) daripada sel-sel darah merah, misalnya larutan garam dapur 10%, molekul-molekul air di dalam sel-sel tersebutk akan tersedot ke luar sehingga sel-sel darah merah akan mengerut. Peristiwa tersebut dinamakan plasmolisis. Apabila sel-sel darah merah ditempatkan di dalam larutan berkonsentrasi sama (isotonis) dengan konsentrasi sel-sel darah merah, misalnya larutan garam fisiologis, bentuk sel-sel darah merah akan tetap karena tekanan osmosisnya sama. Apakah tekanan osmosis itu?

     Dalam peristiwa osmosis di dalam sel, molekul-molekul air yang masuk ke dalam sel akan menambah volume sel sehingga tekanannya pun meningkat. Tekanan yang seperti itu dinamakan tekanan osmosis karena ditimbulkan oleh pergerakan air dengan cara osmosis. Pergerakan air dalam sistem osmosis dikendalikan oleh energi bebas yang dimiliki air (pelarut). Makin pekat larutan, makin kecil energi bebas air (pelarutnya). Air ( pelarut) bergerak dari lautan yang lebih encer (berenergi bebas lebih besar) ke larutan yang lebih pekat (berenergi bebas lebih kecil). Tekanan osmosis yang ditimbulkan terhadap dinding sel (pada tumbuhan) dinamakan tekanan turgor.

0 Response to "Pengertian dan Defenisi Osmosis"

Post a Comment