Tentang Analogi

Analogi

                Analogi biasanya berguna untuk memperbandingkan atau mempersembahkan aspek-aspek tertentu dari peristiwa atau hal. Kedua hal itu memang tidak sejenis, tetapi keduanya memiliki aspek-aspek tertentu yang mirip.
                Analogi yang dimaksudkan di sini ialah analogi induktif artinya, suatu proses penalaran untuk menarik kesimpulan/inferensi tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus lainnya yang dimiliki sifat-sifat esensial yang bersamaan. Dengan demikian untuk mengemukakan analogi induktif, yang perlu diperhatikan adalah apakah persamaan yang dipakai sebagai dasar kesimpulan benar-benar merupakan ciri-ciri ensial yang berhubungan erat dengan kesimpulan yang dikemukakan.
                Sebagai contoh misalnya, kesimpulan beberapa ilmuan yang mengatakan bahwa anak kera dapat diberi makan seperti anak manusia berdasarkan persamaan yan gterdapat di anatar sistem pencernaan anak kera dan anak manusia. Kesimpulan itu merupakan analogiinduktif yang sah karena yang dipakai sebagai dasar penarikan kesimpulan adalah sistem pencernaan, sedangkan yang merupakan cirri enesial yang berhubungan erat dengan kesimpulan adalah cara member makan.

                Dalam mengarang, kemampuan menganalogikan suatu yang kira-kira sulit dimengerti pembaca, denganmengarang, kemampuan menganalogikan suatu yang kira-kira sulit dimengerti pembaca, dengan suatu yang lebih dikenal dan mudah dimengerti, adalah sesuatu yang amat menolong untuk suksesnya karangan. Kecali berguna untuk lebih memperjelas dan mempermudah keterangan, analogi juga  terkadang bermanfaat dijadikan ilustrasi yang seringkali dapat lebih menghidupkan karangan. Namun, sebagai suatu metode berfikir, analogi pun harus dipergunakan pada tempatnya, sesusai dengan proporsinya. Harus dilihat terlebih dahulu kepentingan dan kebutuhan. Selain itu, analogi tidak boleh merusak lajunya uraian yang sedang dilakukan. 

0 Response to "Tentang Analogi "

Post a Comment