Pembentukan Paragraf

Pembentukan Paragraf

Gagasan utama yang dikembangkan dalam tuilsan disusun melalui seperangkat kalimat yang berhubungan dalam kesatuan yang lebih besar, yaitu paragraf atau alinea. Paragraf merupakan wadah pengembangan pikiran dalam tulisan yang memberikan kesempatan bagi penulis untuk merinci pikirannya secara logis dan sistematis dalam seperangkat kalimat yang saling berhubungan secara pikiran penulis secara bertahap dan terbit sehingga maksud penulis mudah dipahami dan diterima oleh pembaca.
Paragraf adalah suatu kesatuan pikiran, suatu kesatuan yang lebih luasa daripada kalimat. Ia merupakan himpunan dari kalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk menjelaskan sebuah gagasan utama. Melalui paragraf itu gagasan menjadi jelas oleh uraian-uraian tambahan yang tujuannya untuk menonjolkan pikiran utama tadi secara lebih jelas. Setiap paragraf hanya boleh mengandung suatu gagasan utama.
Contoh 1 :
Sampah selamanya memusingkan. Berkali-kali masalahnya diseminarkan dan berkali-kali pula jalan pemecahannya dirancang. Namun, keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki tetap menjadikan sampah sebagai masalah yang pelik. Pada waktu seminar berlangsung, penimbunan sampah terus terjadi. Hal ini mengundang keprihatinan kita karena masalah sampah banyak sedikitnya mempunyai kaitan dengan masalah pencemaran air. Selama pengumpulan, pengangkutan, dan pengelolahan sampah itu belum dapat dikelola dengan baik, selama itu pula sampah menjadi masalah.

Paragraf ini terdiri atas enam kalimat. Semua kalimat itu membicarakan masalah-masalah sampah, oleh karena itu paragraf ini mempunyai gagasan utama ‘’masalah sampah’’. Uraian dimulai dengan kalimat pertama yang megumukakan masalah sampah (memusingkan), disusul dengan serangkaian penjelasan pada kalimat 2-6 tentang sampah yang selalu memusingkan. 

0 Response to "Pembentukan Paragraf"

Post a Comment